Beginilah Topping Rujak Khas Madura dari Desa Pakong

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Seperti daerah-daerah lain di Indonesia, madura juga memiliki sejumlah kuliner khas daerah. Salah satunya adalah rujak Madura yang sebenarnya hampir menyerupai gado-gado. Rujak madura sendiri memiliki ciri khas dari bumbu dan bahan-bahan yang digunakan dan uniknya hampir setiap daerah di madura menggunakan bahan dan bumbu yang berbeda-beda. Karena itulah, setiap daerah mampu menyajikan rujak Madura dengan cita rasa yang berbeda-beda.

Berikutnya akan kita bahas tentang rujak Madura dari daerah Pamekasan tepatnya di desa Pakong. Kenapa di daerah Pakong?, karena pusat kegiatan penulis saat ini berada di desa Pakong. Rujak dari desa ini bisa terlihat dari penyajiannya yang menggunakan bahan-bahan seperti rumput laut, lontong, kacang panjang, kecambah, bayam, dan keripik tette. Sedangkan untuk bumbu-bumbunya biasanya menggunakan pisang mentah, kacang tanah, cabe rawit, tomat, petis, dan rempah-rempah lainnya. Bedanya rujak ini dengan daerah lain berada di olahan bumbunya dimana bahan dasar yang digunakan adalah petis khas Madura.

Jepret Ala Kadarnya
Topping Rujak Madura
Proses pembuatan rujak sendiri menggunakan cara manual dengan cobek atau diulek. Pembuatannya cukup mudah yaitu pertama semua bumbu dihaluskan terlebih dahulu kemudian semua bahan seperti lontong, bayam, dkk dimasukkan ke dalam bumbu yang sudah halus tadi. Terakhir rujak dikemas menggunakan kertas minyak yang dilapisi daun pisang atau bisa langsung dimakan di TKP menggunakan piring biasa.

Jepret Ala Kadarnya
Pembuatan Rujak

Pertanyaannya, apakah rujak Madura itu termasuk kuliner khas daerah atau hanya sekedar cemilan biasa?
Jawabannya adalah, rujak Madura itu merupakan makanan yang mengenyangkan dan bergizi. Untuk lebih jelasnya bisa dicoba sendiri.

Sekian laporan seputar jajanan dari Desa Pakong Kabupaten Pamekasan, Madura. Nantikan postingan-postingan tentang Desa Pakong berikutnya.... Wassalamualaikum Wr.Wb.

0 komentar:

Post a Comment